ESN, Bitung – Panitia pelaksana Upacara Adat Tulude menyatakan kesiapan penuh untuk menggelar perayaan adat Tulude yang akan dilaksanakan pada Jumat 30 Januari 2026 besok. Kegiatan budaya tahunan ini menjadi momentum penting dalam pelestarian nilai-nilai adat dan kearifan lokal masyarakat Nusa Utara.
Ketua Panitia Tulude sekaligus pengurus Ikatan Keluarga Sangihe Sitaro dan Talaud (IKSSAT), Alfred Salindeho mengatakan, IKSSAT hadir untuk berkolaborasi membantu pemerintah dalam menyukseskan perayaan tersebut.
“Puji Tuhan, tahun ini IKSSAT hadir di tengah situasi efisiensi anggaran. Kami membantu pemerintah agar pelaksanaan Tulude tetap berjalan tanpa membebani APBD. Ini merupakan bentuk semangat kebersamaan untuk melestarikan budaya,” ujar Alfred, Kamis (29/01/2026).
Menurut dia, kolaborasi antara IKSSAT dan pemerintah kota menjadi kunci agar pergelaran budaya tetap berlangsung harmonis. Panitia dan pemerintah memiliki porsi tanggung jawab masing-masing sehingga kegiatan dapat terlaksana secara profesional.
Diketahui, Tulude tahun ini dipusatkan di kawasan Kantor Wali Kota dengan melibatkan delapan kecamatan yang masing-masing menempati tenda tersendiri. Setiap kecamatan bertanggung jawab menyiapkan konsumsi tradisional seperti ubi, pisang, serta makanan khas daerah dengan melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat.
“Konsep ini kami rancang agar suasana kebersamaan antar-kecamatan tetap terasa. Konsumsi disiapkan oleh kecamatan masing-masing, sementara panitia fokus pada panggung pergelaran dan rangkaian upacara adat,” kata Alfred.
Ia menambahkan, perayaan Tulude tidak hanya menjadi seremoni adat, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Keterlibatan UMKM, partisipasi warga, serta aktivitas ekonomi di sekitar lokasi acara dinilai mampu menggerakkan perekonomian lokal.
Ke depan, IKSSAT berharap pelaksanaan Tulude dapat semakin mandiri dan profesional sehingga anggaran pemerintah dapat difokuskan pada pembangunan infrastruktur dan peningkatan pelayanan publik. Selain itu, regenerasi budaya kepada generasi muda dinilai menjadi hal yang penting.
“Melestarikan budaya adalah bagian dari menjaga peradaban bangsa. Tradisi Tulude harus diwariskan kepada generasi muda, bahkan bisa dikembangkan melalui lomba budaya bagi pelajar agar nilai-nilai adat tetap hidup,” ujarnya.












