ESN, Bitung— Pemerintah Kota Bitung menutup tahun 2025 dengan torehan enam penghargaan di bidang pendidikan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Capaian itu diraih meski pemerintahan Wali Kota Hengky Honandar dan Wakil Wali Kota Randito Maringka belum genap setahun berjalan.
Penghargaan diserahkan Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sulawesi Utara, Febry H.J. Dien, mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah. Salah satunya adalah Anugerah Pemerintah Daerah Terbaik dengan Tim Penjamin Mutu Pendidikan Daerah, yang diterima langsung oleh Wali Kota Bitung, Hengky Honandar.

Dinas Pendidikan Kota Bitung juga diganjar Anugerah Dinas Pendidikan Paling Responsif se-Sulawesi Utara. Penghargaan itu diterima Kepala Dinas Pendidikan Bitung, Fonny Tumundo. Sementara SD GMIM Aertembaga meraih anugerah sebagai sekolah dengan revitalisasi terbaik di Sulawesi Utara.
Bitung juga dinobatkan sebagai kota terbaik dalam kategori pemerintah daerah dengan dukungan penganggaran digitalisasi pembelajaran melalui pengadaan Interactive Flat Panel (IFP).

“Bitung menjadi daerah pertama di Sulawesi Utara yang menyiapkan TV pintar di sekolah-sekolah. Sebagian besar kelas sudah tidak lagi menggunakan papan tulis konvensional,” kata Fonny Tumundo.
Penghargaan lain diraih dalam kategori Kemitraan Strategis dengan Pemerintah Daerah. Selain itu, Bunda PAUD Kota Bitung, Ellen Honandar Sondakh, masuk nominasi penerima penghargaan tingkat nasional atas kontribusinya di bidang pendidikan anak usia dini.
Menurut Fonny Tumundo, capaian tersebut merupakan hasil komitmen Wali Kota dan Wakil Wali Kota dalam mendorong pembenahan sektor pendidikan sepanjang 2025.

Di luar itu, Hengky Honandar juga menerima penghargaan dari fisikawan Yohanes Surya atas dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan literasi numerasi dan pendidikan berhitung cepat.
Kepala BPMP Sulut Febry H.J. Dien menyebut penghargaan tersebut menjadi tolok ukur keberpihakan kepala daerah terhadap dunia pendidikan. “Dengan penghargaan ini, program pendidikan di daerah menjadi lebih terukur,” ujarnya.












