Advetorial

Pemkot Bitung Jadikan Paskah 2025 Momentum Refleksi Spiritualitas

2851
×

Pemkot Bitung Jadikan Paskah 2025 Momentum Refleksi Spiritualitas

Sebarkan artikel ini

ESN, Bitung – Paskah bukan sekadar perayaan keagamaan yang diperingati umat Kristiani setiap tahunnya. Lebih dari itu, perayaan yang mengenang pengorbanan dan kebangkitan Yesus Kristus ini memiliki makna yang mendalam bagi umat manusia, tidak hanya di level spiritual tetapi juga dalam kehidupan sosial dan kemanusiaan. Tahun ini, Paskah 2025 di Kota Bitung menjadi momentum yang tepat untuk kembali merenungkan esensi ajaran Kristus terutama di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, dalam pidatonya pada Minggu, 20 April 2025, menyampaikan pesan penting mengenai pengorbanan Yesus di kayu salib yang diyakini sebagai bentuk kasih-Nya yang paling agung.

Menurutnya, Paskah harus dipahami lebih dari sekadar perayaan liturgis, melainkan sebagai kesempatan untuk merenungkan kembali ajaran kasih dalam kehidupan sehari-hari. Dalam konteks ini, perayaan Paskah dapat menjadi pendorong untuk memperkuat nilai-nilai Injil di tengah dunia yang penuh dengan gejolak sosial dan moral.

“Momentum ini mengingatkan umat akan pengorbanan Yesus, yang kita yakini sebagai bentuk kasih tertinggi untuk keselamatan umat manusia,” kata Hengky.

Pesan ini seharusnya menjadi renungan bagi setiap individu bahwa kasih bukan hanya untuk dipahami dalam konteks agama, tetapi juga dalam sikap kita terhadap sesama, terhadap masyarakat, dan bahkan terhadap alam.

Lebih lanjut, Hengky juga mengajak umat untuk menjadikan perayaan Paskah sebagai momen untuk mempererat hubungan kekeluargaan. Ini penting karena dalam kehidupan yang serba sibuk ini, seringkali hubungan keluarga menjadi hal yang terabaikan. Perayaan Paskah, sebagai bentuk kebangkitan, seharusnya memberi semangat baru dalam memperkuat tali kasih di keluarga dan komunitas.

Wakil Wali Kota Bitung, Randito Maringka, turut menambahkan bahwa Paskah adalah saat yang tepat untuk menebar kasih dan menyebarkan kedamaian.

“Semangat Paskah 2025 harus memperkuat kita semua dalam doa dan dukungan rohani,” katanya.

Harapan Randito ini bukan tanpa alasan. Di tengah dunia yang semakin terpolarisasi, penting bagi kita untuk mengingat ajaran Yesus yang senantiasa mengajak umat untuk mengasihi satu sama lain, tanpa memandang latar belakang dan perbedaan.

Perayaan Paskah, yang dirayakan oleh umat Kristiani di seluruh dunia, sejatinya adalah pengingat bagi kita semua untuk tidak hanya memperdalam iman, tetapi juga meneguhkan komitmen untuk hidup bersama dalam kedamaian dan saling mengasihi. Paskah 2025 harus menjadi titik balik dalam menghidupi ajaran kasih tersebut, terutama di saat dunia diwarnai dengan egoisme dan konflik sosial yang terus berkembang.

Sebagai masyarakat yang hidup dalam kemajemukan, Kota Bitung, melalui kepemimpinan Hengky Honandar dan Randito Maringka, memberikan contoh yang patut diteladani—bahwa Paskah tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga sebagai momen untuk merajut kembali hubungan antarmanusia, memelihara rasa persaudaraan, dan memperkuat dasar moral dalam kehidupan sehari-hari.

Mari kita jadikan Paskah 2025 sebagai titik balik untuk membangun kembali rasa kasih, solidaritas, dan persatuan dalam masyarakat, menjadikan ajaran Kristus sebagai pijakan dalam menghadapi setiap tantangan zaman.

(Advetorial)

Example 120x600