Bitung

Solar Langka di Bitung, Dugaan Aksi “Mafia BBM” Bermodus Barcode Ganda Disorot

315
×

Solar Langka di Bitung, Dugaan Aksi “Mafia BBM” Bermodus Barcode Ganda Disorot

Sebarkan artikel ini

ESN, Bitung — Sejumlah pengusaha angkutan barang dan ekspedisi di Kota Bitung mengeluhkan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini disebut berdampak langsung pada operasional distribusi barang dan aktivitas logistik.

Para pengusaha menduga kelangkaan tersebut tidak lepas dari praktik penimbunan dan penyalahgunaan BBM bersubsidi oleh pihak-pihak yang kerap disebut sebagai “mafia BBM”. Modus yang digunakan diduga dengan memanipulasi barcode serta mengganti pelat nomor kendaraan agar dapat melakukan pengisian berulang kali di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

“Mereka mengganti pelat nomor dan memiliki banyak barcode, sehingga bisa mengisi BBM beberapa kali dalam sehari,” ujar salah satu pengusaha ekspedisi yang enggan disebutkan namanya.

Ia menuturkan, kondisi tersebut sangat timpang dibandingkan dengan pelaku usaha resmi. Menurutnya, pengusaha angkutan hanya bisa melakukan pengisian solar dalam interval sekitar tiga hari sekali, mengikuti aturan dan keterbatasan kuota.

“Kalau kami harus menunggu dua sampai tiga hari untuk bisa mengisi, mereka justru bisa berkali-kali dalam sehari. Ini yang membuat distribusi kami terganggu,” tambahnya.

Pantauan di lapangan, antrean panjang kendaraan kerap terlihat di sejumlah SPBU, salah satunya di wilayah Wangurer. Diduga, antrean tersebut didominasi kendaraan yang terlibat dalam praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi, meski hal ini masih memerlukan penelusuran lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Para pengusaha pun mendesak aparat penegak hukum (APH) dan instansi terkait untuk bertindak lebih proaktif dan meningkatkan pengawasan terhadap distribusi BBM bersubsidi di Kota Bitung.

Mereka berharap ada langkah tegas untuk menindak praktik-praktik ilegal yang merugikan pelaku usaha resmi dan masyarakat luas, sekaligus memastikan distribusi BBM berjalan adil dan tepat sasaran.

Example 120x600