Minsel

Warga Molinow Minta Bupati Minsel Tinjau Proyek Air Bersih yang Diduga Bersumber dari Selokan

616
×

Warga Molinow Minta Bupati Minsel Tinjau Proyek Air Bersih yang Diduga Bersumber dari Selokan

Sebarkan artikel ini

ESN, Minsel — Warga Desa Molinow, Kecamatan Tenga, Kabupaten Minahasa Selatan, mendesak Bupati dan Wakil Bupati Minahasa Selatan turun langsung meninjau proyek perluasan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) jaringan perpipaan di desa mereka. Warga menilai sumber air proyek tersebut diduga tidak layak karena dialirkan dari selokan kotor.

Proyek dengan nama Perluasan SPAM Jaringan Perpipaan Pengembangan Jaringan Distribusi dan Sambungan Rumah Desa Molinow itu dibiayai melalui APBD-DAK Tahun Anggaran 2025 dengan nilai Rp482.500.800. Proyek milik Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Minahasa Selatan tersebut dikerjakan oleh CV Muda Jaya Berkat berdasarkan kontrak nomor 02/DPUTR/PPK/CK2/2025.

Menurut warga, sumber air proyek bukan berasal dari mata air alami, melainkan dari aliran selokan yang kerap digunakan sebagai tempat mandi, cuci, dan kakus (MCK), serta diduga tercemar limbah kotoran ternak.

“Air itu lewat selokan yang kotor. Bahkan diduga sudah tercampur kotoran limbah hewan ternak. Tapi airnya langsung disalurkan ke rumah warga,” kata Ilham, warga Molinow, Sabtu, 17 Januari 2026.

Ia menegaskan, persoalan tersebut menyangkut keselamatan dan kesehatan masyarakat. Karena itu, warga meminta pemerintah daerah tidak hanya menerima laporan di atas meja.

“Kami minta Pak Bupati turun langsung meninjau. Ini menyangkut kehidupan dan kesehatan warga,” ujarnya.

Warga juga mengkhawatirkan risiko lain dari aliran air tersebut. Selokan yang melewati area perkebunan dinilai rawan tercemar bahan kimia, seperti racun rumput yang digunakan petani saat penyemprotan.

“Kalau nanti terjadi keracunan akibat air tercemar, siapa yang bertanggung jawab?” kata Ilham.

Sementara itu, perwakilan CV Muda Jaya Berkat, Weyke, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, membenarkan bahwa sumber air saat ini belum sepenuhnya berasal dari mata air utama.

“Sebagian dari mata air, sebagian dari saluran. Itu masih uji coba. Rencananya air akan masuk ke bak filter,” ujarnya.

Ia menyebutkan, jika sistem sudah dipastikan beroperasi penuh, sumber air akan dipindahkan karena debit air di lokasi saat ini masih kecil. “Kalau sudah pasti, nanti dipindah. Kami juga sudah tunjukkan ke masyarakat,” kata Weyke.

Hingga berita ini diturunkan, Dinas PUTR Kabupaten Minahasa Selatan belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga tersebut.

Example 120x600