Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
Bitung

PELNI Pastikan Pelayaran Tetap Aman di Tengah Erupsi Gunung Anak Krakatau

274
×

PELNI Pastikan Pelayaran Tetap Aman di Tengah Erupsi Gunung Anak Krakatau

Sebarkan artikel ini

ESN, Bitung – PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) memastikan operasional kapal tetap berjalan di tengah dampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Perusahaan mengutamakan keselamatan pelayaran sembari memantau kondisi perairan dan perkembangan aktivitas vulkanik.

PELNI melakukan koordinasi dengan sejumlah pemangku kepentingan untuk memastikan perjalanan kapal berlangsung sesuai kondisi operasional dan prosedur keselamatan.

Sekretaris Perusahaan PELNI, Ditto Pappilanda, mengatakan transportasi laut dapat menjadi alternatif mobilitas masyarakat ketika terjadi penyesuaian pada layanan penerbangan.

“Dalam situasi seperti ini, PELNI berupaya memastikan konektivitas masyarakat tetap tersedia melalui transportasi laut,” ujar Ditto.

Ia mengimbau masyarakat yang hendak bepergian dari Jakarta mempertimbangkan kapal PELNI sebagai salah satu pilihan, dengan tetap memperhatikan jadwal keberangkatan dan ketersediaan tiket.

Dari Pelabuhan Tanjung Priok, sejumlah kapal PELNI melayani rute menuju berbagai kota di Indonesia, termasuk Surabaya dan sejumlah wilayah di kawasan timur.

Salah satu kapal yang menghubungkan Jakarta dengan Sulawesi Utara adalah KM Nggapulu. Kapal ini melayani rute Surabaya–Makassar–Baubau–Namlea–Ambon–Ternate hingga Bitung.

Kepala Cabang PELNI Bitung, Nurul Azhar, mengatakan keselamatan penumpang dan awak kapal menjadi pertimbangan utama dalam setiap pelayaran.

“PELNI Cabang Bitung terus memantau perkembangan kondisi operasional dan informasi dari stakeholder terkait. Prinsip utama kami adalah memastikan setiap pelayanan kepada masyarakat berjalan dengan aman, tertib dan sesuai dengan ketentuan keselamatan pelayaran,” kata Nurul.

Menurut Nurul, kondisi alam, cuaca, dan aktivitas vulkanik merupakan faktor yang harus terus diperhatikan dalam pengoperasian kapal.

“Jika terdapat perkembangan kondisi yang memerlukan penyesuaian, tentunya akan kami koordinasikan sesuai prosedur yang berlaku,” ujarnya.

Ia meminta calon penumpang mengecek kembali informasi keberangkatan sebelum menuju pelabuhan. Perubahan jadwal dapat terjadi mengikuti kondisi operasional di lapangan.

“Penumpang kami imbau untuk selalu mengecek jadwal keberangkatan melalui kanal resmi PELNI,” katanya.

Nurul juga meminta masyarakat tidak mengambil keputusan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi. PELNI, kata dia, akan menyampaikan informasi resmi apabila terjadi perubahan jadwal maupun operasional.

Jadwal Kapal dari Tanjung Priok

PELNI mencatat sejumlah keberangkatan kapal dari Cabang Jakarta sepanjang September 2026.

Untuk rute Batam hingga Belawan, KM Dorolonda dijadwalkan tiba di Tanjung Priok pada 10 September 2026 pukul 08.00 WIB dan berangkat pada pukul 15.00 WIB.

Adapun sejumlah kapal dengan tujuan Surabaya dan wilayah Indonesia bagian timur memiliki jadwal sebagai berikut:

KM Nggapulu Voyage 17
Tiba di Tanjung Priok: 7 September 2026, pukul 15.00 WIB.
Berangkat: 8 September 2026, pukul 20.00 WIB.
Rute: Surabaya–Makassar–Baubau–Namlea–Ambon–Ternate–Bitung.

KM Gunung Dempo Voyage 16
Tiba di Tanjung Priok: 8 September 2026, pukul 00.01 WIB.
Berangkat: 8 September 2026, pukul 10.00 WIB.
Rute: Surabaya–Makassar–Sorong–Manokwari–Wasior–Nabire–Jayapura.

KM Labobar Voyage 17
Tiba di Tanjung Priok: 16 September 2026, pukul 20.00 WIB.
Berangkat: 17 September 2026, pukul 13.00 WIB.
Rute: Surabaya–Makassar–Baubau–Ambon–Banda–Tual–Dobo–Kaimana–Fakfak.

KM Dobonsolo Voyage 16 Rute B
Tiba di Tanjung Priok: 17 September 2026, pukul 13.00 WIB.
Berangkat: 18 September 2026, pukul 01.00 WIB.
Rute: Surabaya–Makassar–Baubau–Sorong–Manokwari.

Berikutnya, KM Nggapulu Voyage 18 dijadwalkan tiba di Tanjung Priok pada 21 September 2026 pukul 15.00 WIB dan berangkat pada 22 September 2026 pukul 18.00 WIB. Kapal ini melayani rute Surabaya–Makassar–Baubau–Namlea–Ambon–Ternate–Bitung.

KM Gunung Dempo Voyage 17 dijadwalkan tiba di Tanjung Priok pada 23 September 2026 pukul 04.00 WIB dan berangkat pada pukul 18.00 WIB. Rutenya meliputi Surabaya–Makassar–Sorong–Manokwari–Wasior–Nabire–Jayapura.

Sedangkan KM Labobar Voyage 18 dijadwalkan tiba di Tanjung Priok pada 30 September 2026 pukul 20.00 WIB. Waktu keberangkatannya masih menunggu emplooi.

PELNI mengingatkan jadwal tersebut dapat berubah mengikuti kondisi operasional dan perkembangan situasi di lapangan.

Calon penumpang dapat membeli tiket melalui kanal resmi PELNI, antara lain aplikasi PELNI Mobile, situs resmi PELNI, Contact Center 162, loket cabang, serta mitra pembayaran dan penjualan tiket yang bekerja sama dengan perusahaan.

“Sekali lagi kami mengimbau calon penumpang untuk memastikan tiket dan jadwal perjalanan melalui kanal resmi. Dengan begitu, masyarakat bisa mendapatkan informasi yang akurat sekaligus menghindari informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Nurul.

PELNI saat ini mengoperasikan 84 kapal, terdiri atas 26 kapal penumpang, 30 kapal perintis, 18 kapal rede, 9 kapal tol laut, dan 1 kapal ternak. Armada tersebut melayani konektivitas masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

Di tengah dinamika kondisi alam dan operasional, PELNI menyatakan akan menjaga keberlangsungan layanan transportasi laut dengan tetap menempatkan keselamatan penumpang dan awak kapal sebagai prioritas.

Example 120x600