ESN, Bitung – George Adi Hamber memberikan klarifikasi terkait isu yang berkembang seputar penampilannya yang selalu terkesan mewah di media sosial, khususnya mengenai jam tangan yang dikenakannya yang disebut-sebut memiliki harga miliaran rupiah.
Pernyataan tersebut muncul setelah sejumlah warganet mengomentari penampilannya di berbagai platform media sosial seperti TikTok dan Snack Video. Banyak yang memperhatikan jam tangan yang dikenakan oleh George, yang dianggap sangat mahal, bahkan ada yang memperkirakan harga jam tersebut mencapai angka miliaran rupiah.
Menanggapi hal ini, George Adi Hamber menyampaikan penjelasan melalui media. Ia menegaskan bahwa informasi mengenai harga jam tangan tersebut adalah salah besar.
“Jika kita lihat di media sosial, baik di TikTok maupun Snack Video, banyak yang bilang kalau jam tangan yang saya pakai harganya miliaran rupiah. Itu tidak benar. Jam tangan yang saya pakai itu premium, alias kawe. Tidak mungkin saya bisa membeli jam tangan seharga itu. Itu sama sekali tidak benar,” ujar George dengan tegas.
Lebih lanjut, George juga mengungkapkan bahwa jam tangan yang digunakan tersebut sebenarnya adalah hadiah dari seorang teman, dan bukan hasil pembelian pribadi. “Jam tangan itu adalah hadiah dari teman, bukan dari pejabat atau pihak lainnya. Saya menerima itu sebagai tanda persahabatan, bukan karena alasan tertentu,” tambahnya.
Selain isu jam tangan, George juga menanggapi spekulasi mengenai keterlibatannya dalam tambang yang berada di kawasan Kebun Raya Megawati, Kecamatan Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara. Isu tersebut sempat beredar luas di masyarakat dan membuat banyak orang bertanya-tanya tentang peran George dalam industri tambang di wilayah tersebut.
Menanggapi hal tersebut, George menegaskan bahwa kedatangannya ke lokasi tambang tersebut tidak ada kaitannya dengan bisnis atau aktivitas tambang. “Saya datang ke sana hanya untuk menemui teman, bukan untuk urusan bisnis atau tambang. Saya tidak memiliki kepentingan apapun terkait lokasi itu,” tegas George, menutup klarifikasinya.
George berharap klarifikasi ini dapat menjernihkan isu-isu yang berkembang, dan masyarakat dapat lebih memahami bahwa penampilannya serta aktivitasnya di luar pekerjaan tidak selalu memiliki makna yang berlebihan.
“Saya ingin masyarakat lebih fokus pada karya saya dan kontribusi yang saya berikan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Dengan penjelasan ini, George Adi Hamber berharap agar isu-isu yang beredar tidak mengganggu kehidupan pribadinya dan dapat dihentikan segera.












