ESN, Minahasa Tenggara — Kedatangan George Adi Hamber ke kawasan Kebun Raya Megawati di Kecamatan Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara, berujung menjadi bahan olok-olokan warganet. Padahal, menurut George, kehadirannya di lokasi itu semata-mata untuk menemui seorang teman di area tersebut.
Perbincangan mengenai dirinya mencuat setelah George mengunggah foto di media sosial, memperlihatkan dirinya berdiri di dekat papan larangan penambangan yang terpasang di kawasan Kebun Raya Megawati wilayah yang secara tegas ditetapkan sebagai area terlarang untuk aktivitas tambang.
Tak hanya menjadi bahan candaan, sebuah video yang beredar di media sosial juga menuding dirinya terlibat dalam penambangan ilegal di lokasi itu. George pun menyesalkan tuduhan tersebut.
“Saya datang ke situ hanya menemui teman, saya tidak punya lubang di situ,” tegasnya.
Ia mengaku tidak menyangka unggahan fotonya justru dijadikan bahan bully oleh sejumlah oknum.
“Mungkin mereka cemburu, sehingga mereka berupaya menjatuhkan saya melalui media sosial,” ujarnya.
George kembali menyatakan bahwa dirinya tidak pernah terlibat dalam aktifitas tambang di kebun raya Megawati.
“Sekali lagi saya tegaskan, saya tidak ada keterlibatan dalam penambangan, kedatangan saya hanya menemui teman”, tegas George.
Hingga kini, aktivitas penambangan di kawasan Kebun Raya Megawati masih menjadi sorotan berbagai pihak, mengingat status kawasan tersebut yang seharusnya dilindungi dan bebas dari aktivitas eksploitasi.










