ESN, Bitung – PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PELNI mencatat arus balik Lebaran 1447 Hijriah berjalan lancar hingga H+7. Dalam periode 23–29 Maret 2026, perusahaan pelayaran pelat merah itu mengangkut 153.433 penumpang di seluruh jaringan nasional.
Lonjakan tertinggi terjadi pada 28 Maret 2026, dengan jumlah penumpang mencapai 25.635 orang di berbagai pelabuhan.
Direktur Utama PELNI, Tri Andayani, mengatakan penjualan tiket arus balik yang berlangsung pada 23 Maret hingga 6 April 2026 telah mencapai 268.746 lembar hingga 29 Maret.
“Untuk keseluruhan periode Angkutan Lebaran dari 6 Maret hingga 6 April 2026, tiket yang terjual mencapai 585.744 penumpang atau 91,4 persen dari proyeksi 641.025 penumpang,” kata Tri dalam keterangan tertulis, Ahad, 29 Maret 2026. Ia menambahkan angka itu masih berpotensi meningkat hingga akhir periode arus balik.
PELNI memperkirakan puncak arus balik terjadi pada 2 April 2026. Perusahaan menyatakan seluruh armada dan kru telah disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang.
Tri menegaskan, di tengah peningkatan jumlah penumpang, perusahaan tetap mengutamakan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan dengan prinsip “safety first” dan “zero accident”.
Secara terpisah, Kepala Cabang PELNI Bitung, Juni, memastikan arus balik melalui Pelabuhan Bitung berjalan tertib. Ia menyebut koordinasi lintas instansi di pelabuhan mendukung kelancaran pelayanan.
“Arus balik penumpang melalui Pelabuhan Bitung sejauh ini berjalan lancar. Proses pembelian tiket hingga keberangkatan kapal dilakukan sesuai prosedur keselamatan,” ujar Juni.
Ia mengatakan Bitung menjadi salah satu simpul penting mobilitas penumpang di kawasan timur Indonesia, terutama menuju Maluku, Papua, dan Sulawesi.
PELNI Cabang Bitung, kata dia, juga menyiapkan langkah antisipasi menghadapi lonjakan penumpang dengan berkoordinasi bersama otoritas pelabuhan serta aparat keamanan.
Juni mengimbau masyarakat membeli tiket melalui kanal resmi untuk menghindari praktik percaloan. Ia juga meminta penumpang mematuhi aturan keselamatan dan menjaga ketertiban selama pelayaran.
Sebagai operator pelayaran nasional, PELNI saat ini mengoperasikan 25 kapal penumpang yang melayani 483 ruas pelayaran dan 75 pelabuhan. Selain itu, perusahaan mengelola 30 trayek kapal perintis yang menjangkau wilayah tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan, serta delapan trayek tol laut untuk distribusi logistik nasional.












