ESN, Bitung Pelabuhan Bitung kembali menjadi simpul pergerakan penumpang menuju sejumlah wilayah di Indonesia Timur. KM Sinabung milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau PELNI mengangkut total 2.022 penumpang dalam pelayaran yang tercatat pada Rabu, 28 Oktober 2026. Dari jumlah tersebut, 1.433 orang merupakan penumpang lanjutan yang meneruskan perjalanan ke pelabuhan berikutnya.
Data laporan boarding DCS Cabang Bitung/Manado menunjukkan, aktivitas penumpang di Pelabuhan Bitung mencakup 356 orang yang turun dan 589 orang yang naik ke kapal. Seluruh calon penumpang yang tercatat naik dari Bitung berhasil menjalani proses boarding. Tidak ada penumpang yang dilaporkan gagal melakukan proses tersebut.
Kepala Cabang PELNI Bitung, Nurul Azhar, mengatakan kelancaran embarkasi dan debarkasi menjadi bagian penting dari pelayanan transportasi laut. Menurut dia, ketertiban proses naik dan turun penumpang bergantung pada koordinasi petugas di lapangan serta kepatuhan penumpang terhadap prosedur yang berlaku.
“PELNI terus berupaya memastikan proses pelayanan penumpang berjalan tertib, lancar, dan sesuai prosedur. Koordinasi antara petugas di lapangan menjadi salah satu faktor penting agar proses naik dan turun penumpang dapat berlangsung dengan baik,” kata Nurul Azhar.
KM Sinabung melayani perjalanan dari Bitung menuju sejumlah pelabuhan, antara lain Ternate, Bacan, Sorong, Manokwari, Biak, hingga Jayapura. Kapal tersebut tercatat tiba di Pelabuhan Bitung pada pukul 00.30 waktu setempat dan bertolak kembali pada pukul 04.20 pada hari yang sama.
Pergerakan ribuan penumpang itu memperlihatkan peran pelayaran reguler dalam menghubungkan kota-kota di kawasan timur Indonesia. Bagi masyarakat yang bergantung pada transportasi laut, kapal penumpang tidak hanya menjadi sarana perjalanan, tetapi juga jalur penghubung antarpulau yang mendukung aktivitas sosial dan ekonomi.
Selain mengangkut penumpang, KM Sinabung juga menangani muatan logistik. Laporan operasional mencatat empat kontainer dry, redpack seberat 356 kilogram dalam 10 kantong, serta general cargo sebanyak 3 ton/m³ sebagaimana tertulis dalam laporan. Kapal juga memuat air tawar sebanyak 223 ton dan kelebihan bagasi penumpang seberat 62 kilogram.
Adapun muatan yang dibongkar di Pelabuhan Bitung berupa redpack seberat 20 kilogram dalam satu kantong.
Menurut Nurul Azhar, layanan penumpang dan angkutan barang memiliki peran strategis dalam menjaga konektivitas antardaerah, terutama di wilayah yang mengandalkan jalur laut untuk mobilitas penduduk dan distribusi kebutuhan.
“Transportasi laut memiliki peran penting dalam menghubungkan masyarakat, mendukung mobilitas penumpang, serta membantu distribusi barang antardaerah. Karena itu, kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan menjaga operasional kapal agar berjalan sesuai ketentuan,” ujarnya.
Ia juga mengimbau calon penumpang memeriksa jadwal keberangkatan, memastikan kesesuaian data tiket dengan identitas, serta mengikuti arahan petugas selama proses boarding. Persiapan tersebut, kata dia, dapat membantu mengurangi hambatan pelayanan di pelabuhan.
Berdasarkan jadwal dalam laporan operasional, KM Sinabung diperkirakan tiba di Ternate pada 28 Oktober 2026 pukul 13.00 waktu setempat.
Bagi PELNI Cabang Bitung, kelancaran pelayaran tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga layanan transportasi laut di kawasan Indonesia Timur. Namun, di balik angka ribuan penumpang dan muatan logistik, konsistensi pelayanan, ketepatan jadwal, serta keselamatan pelayaran tetap menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat.














