ESN, Kawangkoan – Lama tak terawat dan sengaja dibiarkan terbengkalai, akhirnya Tugu Pers Mendur Bersaudara mendapat perhatian Kementrian Sosial (Kemensos).
Hal itu dibuktikan dengan kedatangan Tim Asesmen Kemensos untuk meninjau langsung kondisi fisik monumen bersejarah tersebut, di Kelurahan Talikuran, Kecamatan Kawangkoan Utara, Kabupaten Minahasa.
Setelahnya, mereka kemudian bertemu dengan Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang (Vasung), di rumah kediamannya.

Kedatangan mereka untuk mendengarkan masukan dari Wabup Vasung, selaku pemerintah daerah terkait langkah-langkah perawatan dan pengembangan monumen kebanggaan para Jurnalis seluruh Indonesia itu.
Wabup Vasung menyampaikan apresiasi atas perhatian Kementerian Sosial terhadap warisan nasional yang ada di Minahasa.
Ia menegaskan, Tugu Pers Mendur Bersaudara bukan hanya simbol penghormatan bagi tokoh pers nasional, melainkan juga aset berharga yang memperkuat identitas dan kebanggaan masyarakat Minahasa.
“Kami sangat mengapresiasi perhatian Kemensos terhadap Tugu Pers Mendur Bersaudara. Monumen ini bukan sekadar bangunan bersejarah, tetapi juga pengingat akan jasa besar Alex dan Frans Mendur dalam perjuangan bangsa.
Vasung memastikan, pihaknya siap mendukung penuh pelestariannya agar tetap menjadi sumber edukasi dan kebanggaan generasi muda.

Jasa Mendur Bersaudara untuk Indonesia
Pada pagi 17 Agustus 1945, dua fotografer, Frans Sumarto Mendur dan Alexius Impurung Mendur, diam-diam menuju rumah Soekarno di Jakarta.
Mereka bekerja di kantor berita Jepang Domei dan mendengar kabar bahwa proklamasi kemerdekaan Indonesia akan diumumkan.
Jepang baru saja kalah dari Sekutu, tetapi berita tersebut belum menyebar luas.
Saat proklamasi dimulai, Soekarno membaca teks kemerdekaan di hadapan beberapa orang, termasuk Mendur bersaudara.
Frans berhasil mengambil tiga foto penting, yaitu Soekarno membaca teks, pengibaran bendera Merah Putih, dan suasana upacara.
Setelahnya, mereka diburu oleh tentara Jepang.
Alex tertangkap, tetapi Frans berhasil melarikan diri dan menyembunyikan foto di dekat kantor Harian Asia Raya.
Meskipun foto tidak dapat dipublikasikan segera karena sensor, perjuangan mereka membuahkan hasil.
Foto proklamasi akhirnya dipublikasikan di Harian Merdeka pada 20 Februari 1946.
Kisah heroik Mendur bersaudara kini dikenal luas.
Foto proklamasi kemerdekaan Indonesia yang mereka ambil menjadi simbol penting dalam sejarah bangsa.
Keberanian mereka memastikan momen bersejarah ini dapat dikenang oleh seluruh rakyat Indonesia.
(Mrcl/*)












