Minsel

DPD Ormas Laki Sulut Desak Polda Sulut Tegas Tindak PT Sasa Inti Terkait Kematian Karyawan

2801
×

DPD Ormas Laki Sulut Desak Polda Sulut Tegas Tindak PT Sasa Inti Terkait Kematian Karyawan

Sebarkan artikel ini

ESN, Minsel — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Organisasi Masyarakat Laskar Anti Korupsi Indonesia (Laki) Sulawesi Utara mendesak Polda Sulut untuk bertindak tegas terhadap PT Sasa Inti, menyusul kasus meninggalnya seorang karyawan yang diduga tersengat listrik saat bekerja di area pabrik yang berlokasi di Desa Radey, Kecamatan Tenga, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel).

Korban diketahui bernama Fiorens Supit (18), warga Desa Tenga, yang meninggal dunia pada Jumat, 10 Oktober 2025. Peristiwa ini menimbulkan dugaan kuat bahwa sistem keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di perusahaan tersebut tidak berjalan semestinya.

Menurut informasi yang diperoleh, PT Sasa Inti diduga tidak memiliki standar operasional prosedur (SOP) keselamatan kerja yang memadai, khususnya terkait pengamanan kelistrikan di lingkungan kerja. Akibatnya, korban kehilangan nyawa akibat dugaan kelalaian dalam penerapan K3.

Ketua DPD Ormas Laki Sulut Firdaus Mokodompit menegaskan, pihaknya meminta Polda Sulut untuk mengusut tuntas kasus ini dan menindak tegas perusahaan apabila terbukti lalai.

“Kami mendesak pihak kepolisian Sulawesi Utara agar bersikap tegas. Jangan biarkan perusahaan hanya terkesan tutup mata terhadap keselamatan pekerjanya. Keselamatan kerja harus menjadi prioritas utama,” tegas Mokodompit.

Ia menambahkan, kelalaian perusahaan yang mengakibatkan kematian pekerja dapat dijerat Pasal 359 KUHP atau Pasal 474 ayat (3) UU Nomor 1 Tahun 2023 yang akan berlaku penuh pada 2026, serta aturan lain dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan.

“Ahli waris korban juga berhak mendapat santunan dan kompensasi dari perusahaan serta BPJS Ketenagakerjaan,” lanjutnya. “Kasus ini tidak boleh dibiarkan, harus ada pertanggungjawaban hukum dari pihak perusahaan.”

Hingga berita ini diterbitkan, pihak perusahaan melalui HRD PT Sasa Inti, Linda Prang, yang dikonfirmasi lewat pesan WhatsApp di nomor pribadinya, belum memberikan tanggapan.

Peristiwa tragis ini menjadi pengingat keras bagi seluruh perusahaan di Sulawesi Utara akan pentingnya penerapan sistem keselamatan kerja yang baik dan sesuai prosedur, demi mencegah jatuhnya korban serupa di masa mendatang.

Example 120x600