Bitung

Pasir Menumpuk di Jalan Protokol, Citra dan Keindahan Kota Bitung Terancam Tercoreng

1889
×

Pasir Menumpuk di Jalan Protokol, Citra dan Keindahan Kota Bitung Terancam Tercoreng

Sebarkan artikel ini
Kondisi jalan di perempatan Nafiri, kelurahan Pakadoodan

ESN, Bitung — Kondisi sejumlah jalan protokol di Kota Bitung terlihat memprihatinkan. Tumpukan pasir yang terbawa arus air hujan dari perbukitan dan drainase tersumbat kini berserakan di banyak titik, mengotori jalan dan merusak keindahan kota.

Selain membuat ruas jalan tampak kumuh, pasir-pasir tersebut juga menimbulkan risiko kecelakaan bagi pengendara. Namun yang lebih dikhawatirkan, kondisi ini dibiarkan berlarut hingga mengganggu citra Kota Bitung, terutama menjelang kedatangan kapal pesiar MS Odyssey yang akan bersandar di Pelabuhan Bitung dalam waktu dekat.

Bitung tengah bersiap menjadi tuan rumah bagi ratusan wisatawan mancanegara yang akan turun dari kapal pesiar tersebut. Namun, pemandangan jalan utama yang dipenuhi pasir dan debu justru berpotensi meninggalkan kesan buruk bagi para tamu asing itu.

“Kalau turis datang dan lihat jalan penuh pasir begini, pasti kesannya jelek. Padahal Bitung ini kota pelabuhan yang indah,” ujar seorang warga di kawasan pusat kota, Senin (20/10).

Warga lainnya juga mempertanyakan lambatnya penanganan dari pemerintah.
“Jalan sudah rusak, terus banyak pasir di mana-mana. Siapa yang sebenarnya bertanggung jawab untuk membersihkan?” keluhnya.

Tumpukan pasir di jalan tidak hanya mengganggu estetika kota, tapi juga menggambarkan lemahnya pengawasan dan pemeliharaan lingkungan perkotaan. Di sisi lain, keindahan dan kebersihan merupakan faktor penting dalam mendukung pariwisata dan citra kota.

Masyarakat berharap pemerintah kota segera melakukan pembersihan dan normalisasi saluran air agar kondisi serupa tidak terus berulang setiap musim hujan tiba.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari dinas terkait mengenai langkah cepat untuk menanggulangi permasalahan tersebut.

Example 120x600