Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Bitung

PELNI Tanam Pohon dan Daur Ulang Life Jacket, Nurul Azhar: Laut Harus Tetap Lestari

244
×

PELNI Tanam Pohon dan Daur Ulang Life Jacket, Nurul Azhar: Laut Harus Tetap Lestari

Sebarkan artikel ini

ESN, Bitung – PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) memanfaatkan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 untuk menegaskan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan.

Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), perusahaan pelayaran milik negara itu menjalankan aksi penghijauan hingga pengelolaan limbah berbasis ekonomi sirkular di sejumlah daerah operasional.

Lebih dari 200 bibit pohon ditanam di beberapa wilayah, seperti Ternate, Sampit, Parepare, dan Bima. Program tersebut ditujukan untuk memperluas ruang terbuka hijau sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan di sekitar kawasan pelabuhan dan operasional perusahaan.

Selain penghijauan, PELNI juga mengolah life jacket yang telah habis masa pakainya menjadi produk bernilai guna, seperti tas dan sepatu ramah lingkungan. Program itu menjadi bagian dari penerapan ekonomi sirkular yang mendorong pemanfaatan kembali limbah operasional agar tidak berakhir sebagai sampah.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PELNI, Anik Hidayati, mengatakan keberlanjutan lingkungan kini menjadi bagian dari strategi bisnis perusahaan.

“Sebagai perusahaan yang bergerak di sektor transportasi laut, PELNI menyadari pentingnya menjaga keseimbangan antara kegiatan operasional dan pelestarian lingkungan,” kata Anik dalam keterangan tertulis.

Menurut dia, program daur ulang life jacket tidak hanya berdampak pada pengurangan limbah, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Sebanyak 44 persen pengrajin yang terlibat dalam produksi merupakan perempuan, mulai dari ibu rumah tangga hingga anggota PKK.

PELNI mencatat setiap produk hasil daur ulang memanfaatkan sekitar 71 persen material bekas life jacket. Untuk satu pasang sepatu, misalnya, dapat mengurangi limbah hingga 227 gram, menekan emisi karbon sebesar 5,244 kilogram CO2-eq, serta menghemat penggunaan air hingga 755 liter dibandingkan metode produksi konvensional.

Dalam pelaksanaannya, perusahaan juga menggandeng Dinas Lingkungan Hidup (DLH) di berbagai daerah untuk memperkuat keterlibatan masyarakat dan memastikan program berjalan berkelanjutan.

Kepala Cabang PELNI Bitung, Nurul Azhar, mengatakan peringatan Hari Lingkungan Hidup menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran bersama tentang pentingnya menjaga ekosistem laut dan pesisir.

“Sebagai perusahaan pelayaran, kami memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga laut dan lingkungan pesisir agar tetap lestari bagi generasi mendatang,” ujar Nurul.

Menurut dia, pelabuhan dan kawasan pesisir memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Karena itu, keterlibatan pemerintah, perusahaan, dan masyarakat diperlukan agar upaya pelestarian lingkungan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.

Nurul menegaskan PELNI Bitung mendukung penuh program-program lingkungan yang dijalankan perusahaan. Ia menilai penghijauan dan pengelolaan limbah harus menjadi gerakan yang dilakukan secara konsisten.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menginspirasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Ketika perusahaan, pemerintah, dan masyarakat bergerak bersama, dampaknya akan jauh lebih besar,” kata dia.

Ia menambahkan, sebagai kota maritim, pertumbuhan ekonomi Bitung sangat bergantung pada kondisi laut dan kawasan pesisir. Karena itu, menjaga lingkungan menurutnya bukan sekadar kewajiban, melainkan kebutuhan bersama untuk menjamin keberlanjutan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Saat ini PELNI mengoperasikan 25 kapal penumpang yang melayani 483 ruas pelayaran dan menyinggahi 75 pelabuhan di Indonesia. Perusahaan juga mengoperasikan 30 trayek kapal perintis, 17 kapal rede, delapan trayek tol laut, serta satu trayek kapal ternak yang melayani wilayah tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan.

Example 120x600