ESN, Minsel – Sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) bersama wartawan media online menggelar kunjungan silaturahmi sekaligus audiensi dengan pimpinan dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Minahasa Selatan, Kamis (4/9/2025).
Pertemuan yang berlangsung beberapa jam di ruang DPRD Minsel itu dipimpin langsung Ketua DPRD Stevanus Lumowa, didampingi Wakil Ketua Ezekiel Paruntu, Wakil Ketua Paulman Runtuwene, serta sejumlah anggota dewan. Agenda berlangsung dalam bentuk rapat dengar pendapat (RDP) yang membahas berbagai isu publik, mulai dari RUU Perampasan Aset, persoalan jalan berlubang di Minsel, hingga anggaran untuk media.
LSM yang hadir di antaranya:
Lembaga Investigasi Tindak Pidana Korupsi dan Hukum Aparatur Negara Republik Indonesia (LI Tipikor), Ketua Sulut Toar Lengkong, Laskar Anti Korupsi Indonesia (Laki) Minsel, Hanny Pantow, Aliansi Kebangsaan Indonesia (Askaindo), Ketua Noldy Poluakan, ndependen Nasionalis Anti Korupsi (Inakor) Minsel, Andrey Lantu.
Dalam forum, Ketua Inakor Andrey Lantu menyoroti isu sensitif terkait dugaan keterlibatan salah satu anggota DPRD berinisial RK yang disebut-sebut menjadi pihak ketiga penyebab matinya ikan air tawar akibat limbah.
Ketua DPRD Stevanus Lumowa menegaskan, pihaknya tidak akan tinggal diam bila dugaan itu terbukti.
“Terkait sanksi, kami sudah menyampaikan ke rekan-rekan media, apabila secara hukum terbukti ada keterlibatan anggota dewan, maka DPRD akan bertindak sesuai aturan. Jika sanksi berat bahkan pemberhentian sekalipun, akan diproses sesuai ketentuan dan bukti yang ada. Kami mendorong masyarakat ikut mengawal langkah ini,” ujarnya.
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengapresiasi peran LSM dan wartawan yang telah menyuarakan kegelisahan publik.
“Terima kasih kepada LSM dan media yang menyampaikan aspirasi kami secara terbuka kepada DPRD. Harapannya bisa ditindaklanjuti demi kepentingan masyarakat Minahasa Selatan,” tuturnya.












