ESN, Bitung – Pemerintah Kota Bitung resmi menjalin kerja sama dengan Sinode GMIM untuk mengembangkan destinasi wisata religi Replika Bait Suci di Kelurahan Dorbolaang, Kecamatan Lembeh Selatan.
Kesepakatan itu diteken Wali Kota Bitung Hengky Honandar bersama Ketua Sinode GMIM, Adolf Wenas, di GMIM Tasik Tiberias Madidir, Minggu, 22 Februari 2026. Penandatanganan dilakukan bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun ke-48 jemaat setempat.
Kolaborasi ini menjadi langkah strategis pemerintah kota dalam memperluas sektor pariwisata. Selama ini, Bitung dikenal mengandalkan wisata bahari. Melalui pengembangan Replika Bait Suci di wilayah kepulauan Pulau Lembeh, pemerintah berharap muncul alternatif destinasi berbasis religi.
Pada kesempatan yang sama, Adolf Wenas melantik panitia peresmian Replika Bait Suci. Pembentukan panitia menjadi bagian dari tahapan menuju peresmian bangunan yang diproyeksikan sebagai ikon wisata religi baru di daerah tersebut.
Replika Bait Suci merupakan hibah dari Denny Sondakh kepada GMIM. Serah terima hibah dilakukan pada 6 Januari 2026 melalui penandatanganan berita acara kepada Ketua Sinode GMIM. Dengan penyerahan itu, pengelolaan bangunan resmi berada di bawah gereja.
Secara fisik, pembangunan replika dimulai pada 2023 dan rampung pada 2024. Kehadirannya di Dorbolaang diharapkan tidak hanya menjadi simbol spiritual, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi warga sekitar.
Pemerintah Kota Bitung dan Sinode GMIM sepakat mengintegrasikan pengelolaan, pengembangan, serta promosi kawasan tersebut sebagai destinasi wisata religi. Langkah ini dinilai sejalan dengan upaya diversifikasi ekonomi daerah, terutama di wilayah pesisir dan kepulauan.
Dengan dukungan pemerintah dan gereja, Replika Bait Suci diproyeksikan menarik wisatawan lokal maupun luar daerah. Selain memperkuat nilai religius dan budaya, pengembangannya diharapkan membuka peluang usaha di sektor transportasi, kuliner, dan ekonomi kreatif.
Penandatanganan kesepakatan di GMIM Tasik Tiberias Madidir menjadi penanda awal sinergi lintas lembaga dalam membangun Bitung sebagai kota yang tak hanya bertumpu pada sektor maritim, tetapi juga pada potensi wisata religi.












