Bitung

Ustaz Supriyanto: Ramadan Lebih Mahal dari Bumi dan Seisinya

374
×

Ustaz Supriyanto: Ramadan Lebih Mahal dari Bumi dan Seisinya

Sebarkan artikel ini

ESN, Bitung — Suara pengeras menggema di bawah tenda merah Pasar Takjil Pusat Kota Bitung, Sabtu, 21 Februari 2026. Di hadapan pedagang dan pengunjung yang mulai memadati kawasan itu, Ustaz Supriyanto, S.Ag., berdiri dengan mikrofon di tangan, mengingatkan makna puasa yang kerap dipahami sebatas menahan lapar dan dahaga.

“Allah SWT berfirman dalam QS Al-Baqarah ayat 183 bahwa tujuan puasa adalah agar kita menjadi orang-orang yang bertakwa,” kata Supriyanto, yang juga menjabat Penghulu Kantor Urusan Agama Kecamatan Aertembaga. “Jadi Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi momentum membentuk karakter takwa dalam kehidupan sehari-hari.”

Hari itu merupakan hari ketiga Ramadan 1447 Hijriah. Perumda Pasar Kota Bitung menggelar kegiatan Hikmah Ramadan dalam rangkaian Ramadan Fest 2026. Supriyanto menjadi penceramah perdana.

Dalam ceramah bertema “Nikmat Ramadan, Nikmat yang Lebih Mahal dari Bumi dan Seisinya”, ia menekankan bahwa kesempatan bertemu Ramadan adalah karunia yang tak selalu berulang bagi setiap orang.

“Nikmat Ramadan itu lebih mahal dari bumi dan seisinya. Karena di bulan inilah Allah melipatgandakan pahala, membuka pintu ampunan, dan memberi kesempatan kita memperbaiki diri,” ujarnya.

Menurut dia, ukuran keberhasilan puasa tak berhenti pada ibadah ritual. Ramadan, kata Supriyanto, harus berjejak dalam perilaku sosial, termasuk di ruang-ruang ekonomi seperti pasar.

“Puasa harus berdampak pada kejujuran dan integritas. Pedagang yang berpuasa harus lebih jujur dalam timbangan, lebih santun dalam melayani pembeli. Itulah wujud takwa dalam aktivitas ekonomi,” tuturnya.

Pesan itu terasa relevan dengan lokasi ceramah yang berada di tengah denyut transaksi takjil. Supriyanto mengingatkan, pasar bukan hanya ruang jual beli, melainkan juga ruang ujian moral.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Operasional Perumda Pasar Kota Bitung, Vanny Kaunang, mengatakan Ramadan Fest dirancang bukan semata menggerakkan ekonomi musiman. “Kami ingin menghadirkan suasana Ramadan yang seimbang antara ekonomi dan spiritualitas,” katanya.

Selama Ramadan, kegiatan Hikmah Ramadan akan diisi sejumlah tokoh agama secara bergiliran. Perumda Pasar, kata Vanny, juga berkomitmen menjaga ketertiban dan kebersihan kawasan agar masyarakat dapat berbelanja sekaligus mengikuti tausiah dengan nyaman.

Namun di bawah tenda merah itu, pesan Supriyanto menjadi inti acara: Ramadan adalah kesempatan membentuk diri. “Kalau Ramadan berlalu tanpa perubahan sikap, berarti kita belum benar-benar memetik hikmahnya,” ujar dia.

Example 120x600