AdvetorialBitung

Wali Kota Bitung: Tulude Jadi Roh Harmoni dalam Keberagaman

479
×

Wali Kota Bitung: Tulude Jadi Roh Harmoni dalam Keberagaman

Sebarkan artikel ini
Penyambutan Walikota Bitung Hengky Honandar SE bersama Ketua TP PKK, Ny Ellen Honandar Sondakh SE dan Wakil Walikota Randito Maringka S.Sos bersama Sekertaris TP PKK, Ny Jacinta Marybel Maringka Gumolung dalam upacara Adat Tulude, Jumat (30/01/2026)

ESN, Bitung — Wali Kota Bitung Hengky Honandar menegaskan bahwa Upacara Adat Tulude bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan perwujudan iman, rasa syukur, dan pengharapan masyarakat Nusa Utara yang relevan dengan arah pembangunan Kota Bitung. Hal itu disampaikan Hengky saat memberikan sambutan pada Upacara Adat Tulude Pemerintah Kota Bitung Tahun 2026, Jumat, 30 Januari 2026.

Menurut Hengky, Tulude menjadi momentum spiritual dan kultural untuk menutup tahun yang telah berlalu sekaligus menata langkah memasuki tahun yang baru dengan hati yang bersih dan semangat yang diperbarui.

Walikota Bitung Hengky Honandar SE bersama Ketua TP PKK Ny Ellen Honandar Sondakh dan Wakil Walikota Randito Maringka S.Sos bersama Ny Jacinta Marybel Maringka Gumolung di kegiatan Upacara Tulude l

“Tulude adalah ungkapan terima kasih kepada Tuhan atas penyertaan sepanjang tahun, sekaligus ajakan untuk hidup lebih baik ke depan,” ujar dia.

Upacara Tulude tahun ini mengusung tema Harmony in Diversity atau harmoni dalam keberagaman, yang dalam bahasa Sangihe dimaknai sebagai Karima Dame Gighile Mang Tumendang. Hengky menyebut tema tersebut bukan sekadar slogan seremonial, melainkan roh dan arah pembangunan Kota Bitung.

Foto bersama dengan jajaran Forkompinda kota Bitung

Ia menekankan bahwa harmonisasi berarti membangun Bitung dengan menjunjung persatuan, toleransi, dan saling menghargai dalam perbedaan.

“Tidak boleh ada sekat yang memecah persaudaraan. Justru dari keberagaman itulah Bitung bertumbuh, berdiri kokoh, dan bergerak maju,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Hengky juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat keturunan Nusa Utara di Kota Bitung yang dinilai konsisten menjaga dan melestarikan Upacara Adat Tulude di tengah arus modernisasi dan globalisasi. Menurut dia, komitmen mempertahankan tradisi leluhur merupakan bentuk kecintaan terhadap identitas budaya sekaligus kontribusi nyata dalam memperkaya khazanah budaya daerah.

Pemerintah Kota Bitung, lanjut Hengky, akan terus mendukung upaya pelestarian budaya sebagai bagian dari pembangunan karakter dan jati diri daerah, seiring dengan pembangunan fisik dan ekonomi.

Penyerahan Piagam Penganugerahan Gelar Adat kepada Walikota Bitung Hengky Honandar SE oleh ketua panitia Tulude Alfred Salindeho

Pada upacara tersebut, Hengky Honandar juga menerima gelar adat Bataha Ikamanggi Torehe Tulung Banua, yang bermakna pemimpin yang arif dan bijaksana dalam menjaga serta memelihara negeri. Hengky menyebut gelar adat itu sebagai amanah moral untuk memimpin dengan keadilan, ketulusan, dan keberpihakan kepada seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang.

Ia menambahkan, dalam satu tahun masa pemerintahannya bersama Wakil Wali Kota Randito Maringka, pemerintah berupaya menata kembali roda pemerintahan agar lebih tertib, transparan, dan berpihak pada kepentingan rakyat. Hengky juga menegaskan komitmen memberikan ruang partisipasi yang luas bagi putra-putri keturunan Nusa Utara untuk terlibat aktif dalam pemerintahan dan pembangunan Kota Bitung.

Wali kota Bitung Hengky Honandar didampingi Ketua TP PKK Kota Bitung Ellen Honandar Sondakh bersama Wakil Wali Kota Bitung Randito Maringka didampingi Sekretaris TP PKK Jasinta M Gumolung saat menghadiri Upacara Adat Tulude di lapangan kantor Walikota, Jumat (30/01/2026)

“Pembangunan tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga pembangunan manusia, nilai, budaya, dan peradaban,” ujar dia.

Menutup sambutannya, Hengky berharap nilai-nilai luhur dalam Upacara Adat Tulude terus diwariskan kepada generasi muda sebagai fondasi moral dan etika. Ia juga berharap semangat kebersamaan dan hidup rukun dalam keberagaman senantiasa menjadi roh dalam setiap langkah pembangunan Kota Bitung.

Example 120x600