Bitung

Wali Kota Bitung Resmi Membuka Festival Pesona Selat Lembeh (FPSL) 2025

1876
×

Wali Kota Bitung Resmi Membuka Festival Pesona Selat Lembeh (FPSL) 2025

Sebarkan artikel ini

ESN, Bitung — Wali Kota Bitung Hengky Honandar, SE, secara resmi membuka Festival Pesona Selat Lembeh (FPSL) 2025 di Satrol Kodaeral VIII, Kota Bitung. Festival tahunan ini berlangsung pada 8–12 Oktober 2025, dan menjadi salah satu dari 110 event unggulan Kharisma Event Nusantara (KEN) yang digagas oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.

Dengan mengusung tema “Harmony in Diversity”, FPSL 2025 merefleksikan semangat kebersamaan serta keindahan dalam keberagaman masyarakat Kota Bitung.

Pembukaan Sederhana, Penuh Makna

Rangkaian kegiatan FPSL 2025 dimulai dengan upacara pembukaan sederhana namun sarat makna. Acara diawali doa bersama dan dilanjutkan dengan pengguntingan pita oleh jajaran Pemerintah Kota Bitung di pintu masuk utama area festival.

Momen tersebut menjadi simbol dimulainya seluruh rangkaian kegiatan FPSL 2025 yang akan berlangsung selama lima hari.

Suasana pembukaan semakin meriah dengan tarian Barongsai yang energik serta Tarian Salo dari Kepulauan Sangihe, menggambarkan harmoni keberagaman budaya pesisir yang menjadi kekuatan masyarakat Bitung.

Acara ini juga menjadi Kick Off FPSL 2025, sekaligus pembukaan Expo Ekraf dan UMKM, sebagai wadah bagi pelaku ekonomi kreatif dan usaha mikro untuk memperkenalkan produk unggulan lokal kepada masyarakat dan wisatawan.

Rangkaian Kegiatan Festival

Tahun ini, FPSL menghadirkan berbagai kegiatan menarik, di antaranya:

Mural Wall Competition dan Mural Boat Competition

Gerakan Wisata Bersih Indonesia (tanam mangrove, tanam karang, reef monitoring, lomba tangkap bebek)

Atraksi Budaya, Pasar Murah, Donor Darah

Layanan Pelaku Usaha & Pedagang, Pemeriksaan Kesehatan, Mata, dan Kontrasepsi Gratis

Cutting Tuna, Sailing Pass, Lomba Kuliner Nusantara “Bitung Sejuta Rasa”, dan Young Talent Show

Sailing Pass, Ikon FPSL yang Penuh Warna Sebagai signature event, Sailing Pass kembali menjadi daya tarik utama FPSL 2025. Sebanyak 20 perahu taksi laut yang sehari-hari beroperasi di Selat Lembeh akan bertransformasi menjadi kanvas terapung dengan mural bertema keberagaman.

Pada puncak acara, tiga kapal patroli Satrol Kodaeral VIII akan memimpin parade laut bersama perahu mural dan puluhan perahu nelayan hias, diiringi musik tradisional, atraksi budaya, dan pertunjukan yang menampilkan keindahan laut serta pesisir Kota Bitung.

Dukungan bagi UMKM dan Ekonomi Kreatif Lokal

FPSL 2025 juga menjadi ajang penguatan ekonomi kreatif dan kuliner lokal.

Di Area Culinary Festival, terdapat 30 pelaku UMKM yang menyajikan beragam kuliner khas Bitung. Sementara itu, 19 booth expo menampilkan produk dan layanan lokal dari sektor industri, perikanan, hingga lembaga seperti PT Pegadaian dan Konsulat Jenderal Filipina.

Selain itu, 10 booth komunitas menampilkan karya budaya dan kreatif, serta 3 booth lingkungan yang membagikan bibit gratis dan memberikan edukasi tentang kebersihan.

Pemerintah juga menyiapkan zona khusus bagi pedagang kaki lima (PKL) agar manfaat ekonomi festival dapat dirasakan merata. Area PKL ditata rapi, nyaman, dan ramah bagi pengunjung.

Semarak Budaya dan Hiburan Rakyat

Hari pertama FPSL 2025 turut diramaikan dengan penampilan musisi dan talenta lokal, menghadirkan suasana hangat khas pesta rakyat Bitung. Masyarakat dan wisatawan bersama-sama menikmati pertunjukan budaya, musik, dan kuliner dalam nuansa kebersamaan di tepi Selat Lembeh.

Harmoni dalam Keberagaman

Masuknya FPSL ke dalam daftar Kharisma Event Nusantara (KEN) 2025 menjadi bukti konsistensi dan peningkatan kualitas penyelenggaraan dari tahun ke tahun.

Festival Pesona Selat Lembeh bukan sekadar pesta budaya dan laut, tetapi juga simbol harmoni keberagaman, di mana masyarakat, pelaku seni, UMKM, dan komunitas bersatu dalam semangat kolaborasi untuk mewujudkan Bitung yang kreatif, inklusif, dan berdaya saing.

Example 120x600